Coffee Theory

November 18, 2009

The Rain and The Talk

Filed under: Uncategorized — anti @ 6:27 pm

Obrolan sore hari antara gue dan dia, cocok sekali jika ditemani dengan secangkir hot chocolate ohlala (maaf, saya lagi ngidam minuman ini, yang anehnya cuma hot chocolate Ohlala Sarinah-Thamrin yang saya suka, yang lainnya gak seenak disini), dan donat polos tanpa topping, atau sepiring gorengan yang masih mengepul panas, bakwan, pisang molen, tempe goreng, tahu isi (yee, ini mah ketauan lapernyee) atau sekedar memandangi rintik hujan yang membasahi tanaman Ibumu dari dalam rumah (yes, it’s raining outside).

oscar   : semakin extrim
anti     : :) chemistry semakin…menggila..? no? hehe
oscar   : mine or yours?
anti     : i dont know for sure.. mine..? yours? i dont know..
oscar   : ours.
anti     : ours. :)


~alunan musik slow jazz Ms. Ong mengalun merdu~

Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you

-Olivia Ong, Fly Me to The Moon-

bewitched, bothered and bewildered am I.. x)

Does it have something to do with the romantic rain in Jakarta? I really do think so.. :)

and I love the rain, even more today.

November 17, 2009

My Week

Filed under: Uncategorized — anti @ 8:06 am

Current Week’s Schedule(s)

Monday, 16/11 : Working, Studying (turns out my lecturer canceled the class, so, yay to me and Oscar! We were planning to watch 2012 at Djakarta Theatre, but when Oscar went there to buy the tix, it was sold out, so we went to Setiabudi building to have Hokkinan Noddle for me and Peking Duck for him.. Vony said Hokkinan Noddle tuh dari babi ya?? and went home afterwards)

Tuesday, 17/11 : Now is Tuesday, so, working as usual. Thank God I ain’t got any class at Uni. My mom asked me to go to Kelapa Gading Mall, dia bilang La Senza lagi discount.. (it’s undies thingy, guys, hehe). Tapi si Mamah tergantung Papa mau kesana atau ngga, so masih tentative sepertinya. Plan B, mungkin akan coba nonton 2012 lagi sama Oscar. ———> Jadinya pergi sama mama, mba dei, berdiii..yipiiii…

Wednesday, 18/11 : Kerja, kuliah. (kemungkinan akan ditinggal Oscar for a couple of days ahead, he’ll be on a trip on his own, yes, sendirian keliling-keliling Jawa.. semoga gak jadi, haha, jahat ya gue egois banget.. :p ) ———> Oscar ga jadi pergi, instead, akan bergerak satu langkah lebih maju dari sekarang!! i’ll give u the updates!! hiiii, deg2an cekayaaang.. x’O

Thursday, 19/11 : Kerja, kuliah.

Friday, 20/11 : Kerja, kuliah.

Saturday, 21/11 : SEMOGA gak ada kuliah tambahan, dan mudah2an kelas Lab Research Business dibatalin… malemnya, mungkin akan nonton Newmoon (udah keluar kan?), semoga dapet tiket ;)

Sunday, 22/11 : Maunya sih tidur seharian, tapi kayaknya ada belajar kelompok, setengah hari akan berkutat sama buku, kalkulator dan segala macam rumus that I hate the most!! :’(

In my daily basis, kadang-kadang gue suka ketiduran masih pake baju kantor. I got home at 10 pm and too tired to do things, niatnya sih cuma istirahat sebentar sebelum bersih-bersih dan belajar, tapi gue suka bablas sampe pagi tidurnya, masih dengan posisi yang sama dan baju yang sama. Jorok? Yeah, i feel like living in a trash can. Gross! :p

Time management, that’s what I need the most now! Orang-orang yang jarang gue temuin dirumah tuh si Mba Dei, Mas Arief sama Berdi.. Not fair.. I want to sit back, relax, and breath for a sec..

I’m sorry for all of this whining thing, i feel restless and I wanna go back to Green Canyon kalo udah begini.. :’(

November 16, 2009

Katak Bersayap

Filed under: Uncategorized — anti @ 4:58 pm

Katak kecil hari ini bermimpi..

Ia dapat keluar dari sumur ini dan melihat indahnya kolam, merasakan dinginnya rawa dan hangatnya mentari.

Tapi sumur terlalu tinggi untuk Ia lompati dan dinding terlalu licin untuk Ia panjat.

Katak kecil selalu menatap langit. Mengagumi indahnya awan saat pagi dan kerlipnya bintang saat malam dari dasar sumur.

Ia menangis. Tak pernah merasa segundah ini.

Katak kecil ingin keluar.

Katak kecil pun bermimpi lagi malam itu.

Kolam dan rawa dapat Ia rasakan lembabnya, begitu nyata.

Punggungnya terasa gatal. Dan oh, lihat, air kolam memantulkan bayangannya. Ia memiliki sayap!

Sayap berwarna putih dan indah. Katak kecil mengepakkan sayapnya dengan riang.

Katak kecil terbangun, cuaca sudah panas. Matahari sudah datang rupanya. Ia bertekad sangat kuat untuk keluar dari sumur pengap dan dingin itu. Kesempatannya cuma satu, saat Kakek Grondong menimba air, dan itu tidak lama lagi.

Bunyi langkah kaki menggema. Ember hitam mulai diturunkan. Katak kecil sudah terlalu lama menghuni lubang kecil di dinding sumur, kini saatnya Ia bebas. Ember hitam itu menggapai batas air. Katak kecil mengambil ancang-ancang untuk melakukan lompatan. Jarak ember dan dirinya sangat jauh untuk seekor katak kecil, namun tidak bisa tidak, Ia harus mencoba.

HOP.

Ia melompat sejauh yang Ia bisa.

Kakinya tidak sampai, tapi tangannya menggapai bibir ember, bertepatan dengan ditariknya ember keatas.

Katak kecil bertahan, sampai akhirnya Ia sampai di ujung sumur.

Matahari, akhirnya aku melihatmu.

Hi, Kakek Grondong, aku sudah lama ingin bertemu denganmu secara langsung.

Rawa, aaah, aku rindu sekali baumu.

Katak kecil melompat-lompat riang mengelilingi kaki Kakek Grondong.

Ia bebas.

Ternyata, yang Ia butuhkan hanyalah bermimpi dan memanfaatkan kesempatan.

Katak kecil pernah bermimpi, Ia memiliki sayap.

*pic is not yet uploaded*

Buat Galih, yang gak pernah takut bermimpi.

November 15, 2009

Green Canyon, the finale

Filed under: Uncategorized — anti @ 3:27 am

Okeh, sepertinya butuh effort yang besar dan mood yang bagus buat ceritain Green Canyon Ep. 2, i tell you what, i’m just goin to give you some pics, and you can imagine yourself, how much fun we had on last vacation.. :)

Details about Green Canyon? make sure you get your ass right down there, karena medannya lumayan berat. Dari Dermaga (satu perahu Rp. 75.000), kita harus nyusur sungai dulu, and the river was magnificent, all green! dan setelah sampe ke batu karang, sejauh itulah perahu bisa bawa kita. Selanjutnya, you have to swim. Tenang, ada pemandu kok. Tapi bayar lagi 150.000. Yah, gak apa-apa deh, udah sampe ujung tanggung banget kalo gak sampe tujuan, kan? :)

So, kita harus berenang ngelawan arus. Walaupun pake pelampung, tetep, it was very very hard. Kita harus melipir di pinggir, pegangan sama batu karang supaya ga kebawa arus. Gue beberapa kali lepas pegangan, makanya kaki lo harus nempel ke batu karangnya di bawah air. Nyebrang sini, nyebrang sana, Tile yang paling depan malah jadi paling belakang gara-gara kelempar arus. Jadilah gue solo di depan, untung aja ada pemandunya, jadi gue terselamatkan dari beberapa arus deras, huhu. Yang seru setelah sampe tempatnya, adalah ada dua tempat terjun bebas. Tempat terjun pertama lumayan pendek, yang kedua tinggi banget. Pertama Yuzar nyoba loncat. Gue deg-degan ngeliat dia loncat, serem gilak! Itu tinggi banget kali…!! Ada kali 30an meter…. Tadinya gue ciut, tapi setelah di tantangin, gue langsung sigap manjat-manjat batu karangnya, wiiiih, seruuuu!! Sampe diatas tebingnya, kaki gue gemeteeeerrr!! Suer ga bohong!! Lutut gue gemeteran. Teguh, Ima, Seno ada dibelakang gue, mereka tampangnya juga rada panik gitu, haha. Ngeliat kebawah aja gue bergidik, tinggi banget boookkkk. Tapi tiba-tiba si pemandu bilang “Neng, loncatnya yang jauh ya, sampe ketemu di bawah!!” dan syuuuuuuu, dia lompat bebas…!! aaaaaahhhh, pengeeeeennnnnn!! Akhirnya Ima ambil ancang2, and she jumped!!! woohooooo!! Baiklah, sekarang saatnya gue loncat, karena si Teguh sama Seno ngomong “Ladies first!!!”. Dasar setan, hahak. Okeh, gue ambil ancang2, sebelumnya make sure kalo handycam yang dipegang Anda dibawah udah stand by. Sambil tarik napas dalem-dalem dan teriak “BISMILLAAAHHH”, gue loncat. “AAaaaargggh” teriakan gue masih bagus sebelum nyentuh air dibawah. Kira-kira tiga meter gue mau nyemplung ke air, perasaan gue makin kalut, “Anjrriiit, nyesel gue lompatttt”, itu perasaan saat mau nyentuh air sangat amat mengerikan, yang kebayang-bayang malah cewe yang mau bunuh diri itu (read my previous post). Eventually, gue nyemplung juga ke air, and guuuueesss whaaat, gue lompat terlalu pendek, dan gue kena karang!! Sukses banget loncat indah gua!! Syit, sakit gilak. Setelah muncul lagi ke permukaan dan ditarik minggir sama pemandunya, gue nemplok di batu karang sambil meringis kesakitan. Pandangan gua masih nanar. Gue liat diatas, Arsyan udah ngacungin jempol ke gue. Gileee, pengen gue hajar semua orang kayaknya saat itu, pantat gue sakit banget nyeeeet, lo bilang itu hebaaat? aih matek. Huhuhu. Gak lama gue mulai merasakan bengkak yang kaya silikon kalo dipegang, jalan pun udah kaya ibu2 hamil, megangin pinggang belakang. Haduh, untung gak kena tulang ekor gue sih. Walaupun begitu, di jalan pulang, gue ga bisa nyender badannya di kursi mobil, jadilah si Teguh harus berbagi lahan sama gue karena gue harus tiduran. Fiuh.

Actually pengen banget nulis gimana detailnya, but ok, i won’t waste your time deh, here goes the pics!!

Ps.

Tempat gue nginep namanya Riverside, satu cabin (bisa masuk sampe 15an orang) itu cuma 600 ribu semalem, very worth it, ac, bersih, tempatnya enak, kamar mandi ada dua, beres dah pokoknya. Recommended loh tempat ini, seriously. Cabin gue Amazon, cakep! :)

cabin amazon

Cabin Amazon, Riverside

15144_1244406584733_1066411981_774656_7548165_n

Ima, Anti, Dita, Abang2 Pemandu

rocker

On our way to Green Canyon, and yes, we're topless

jump!

Diatas sana, kengerian dimulai :p

body rafting

here we go!

Ini depan cabin kita..seru kaan

Ode to Tile..haha

Banana Boat, gue ga ikut main krn luka knalpot :(

Tile - Teguh

You better not missed this scenery :)

sebentar lagi sampe Green Canyon!

Riverside

Riverside, bondfire xp

Bawah Kamar

Bale-bale kamar (located below our room!)

rumah arsyan

Depan Rumah Arsyan

Sekian liburan kali ini, menunggu untuk melaksanakan liburan berikutnya, pastinya masih sekitar Indonesia, karena ternyata kita punya alam yang sangat kaya, dan sangat sayang untuk di lewatkan, if you hate Indonesia for so many reasons, why dont you try to love its nature instead? Heaven on earth, i might say :)

ciao, fellas!

Special thanks to : Mas Ipung buat infonya penginapan Batu Karasnya :D

I posted something about Tile here, it’s funny, we’re all have been friends for ages but nothing’s changed substantially.. :)

November 11, 2009

Green Canyon – Batu Karas Ep. 1

Filed under: Uncategorized — anti @ 1:30 pm

OK! So, ide untuk jalan ke Green Canyon dateng dari Tara. Tara dan temen-temen SMA gue, yang cowo terutama, emang udah beberapa kali bikin trip keluar kota. Yang paling jauh adalah, ke Bali. Jauh? Iyalah, on road, by car. Sementara untuk yang cewe, ke Green Canyon adalah trip perdana sama Tarawisata. Tarawisata adalah cuma sebutan random aja, karena Tara itu congornya paling gede, jadilah semua trip yang udah pernah dijalanin di bungkus dengan nama “TARAWISATA”.

Green Canyon (GC) sendiri letaknya itu di daerah Batu Karas, deket Pangandaran – Ciamis. GC ini udah banyak diomongin orang, tanpa gue tau kaya apa tempatnya, gue cuma tau kalo GC itu bagus. I’d better start on the trip ya.

Day One. Jumat, 6 November 2009.

20:00, Rumah Anti.

“Where are you guys?” sent to Arsyan.

“Jam 10an cabut, get ready” received from Arsyan.

22:30, Depan Rumah Anti.

Suara mobil Pregio 12 seat menderu di depan rumah. Tile, Teguh, Yuzar, dan Seno udah sampe. Mereka semua turun dari mobil, mau pamit sama Mama Papa who turned out udah tidur duluan. Jadi gue masuk ke kamar Papa, cium tangan dan pamit.

Mobil Pregio ini punya si Tile. Kebetulan kakaknya emang suka nyewain mobil bertempat duduk banyak ini (mobilnya mirip-mirip mobil travel Bandung gitu lah), tempat duduknya lumayan, walaupun agak keras. Tapi yang paling penting semua muat satu mobil, gak ada yang kepisah. Gue duduk di belakang driver. Tile took the first shift to drive.

The Gank

Where The Journey Begins

 

Setelah jemput ke empat temen gue yang lain (Anda, Ima, Dita dan Arsyan) akhirnya kita ber-sembilan menuju tol Cipularang. Destinasi pertama; Manonjaya, rumah Arsyan. Off we go! See you soon Jakarta!

Day Two. Sabtu, 7 November 2009.

02:00, Bank Niaga – Tasik.

“Bangoooooooon!!”

Suara Tile diikutin cekikikan Yuzar ngebangunin gue. Mending suaranya bagus, lah ini, suara Tile cempreng bukan main. Penampakannya aja aneh, badannya gede, mukanya imut-imut, gak sinkron sama suaranya yang cempreng. Kalo abis operasi gigi, jangan coba-coba deket dia pas lagi nyanyi, dijamin ngakak dan copot semua itu jaitan. Oke, kata anak-anak jaman sekarang, gue lebay. Hehe.

“Udah sampe ye?” mata Anda segaris dibalik kaca mata minus sembilannya.

“Belom, kebelet nih gue, yang mau ambil duit ada atm tuh,” kata Yuzar yang udah gantiin Tile nyetir sejak beberapa jam yang lalu.

Semuanya keluar mobil. Ternyata kita udah sampe Tasik. Itu daerahnya sepi banget jam dua pagi. Gue gak liat tuh motor seliweran, apalagi anak-anak jalanan nongkrong di pinggir trotoar. Sepiii banget, kecuali satpam gedung seberang tempat kita berhenti. Yang mau i’is segera meluncur ke kamar mandi di sebelah kanan deket pos satpam Bank Niaga, and the others, meluncur ke ATM buat withdraw.

Tadi gue udah bilang kan kalo suara Tile cempreng ampun-ampunan? Yak, beberapa menit kedepan, suara itu keulang lagi, tapi jauh lebih banci dari teriakan “BANGUN”nya tadi. Semua yang lagi ketawa-tawa di samping mobil refleks nengok ke arah pintu masuk ATM. Si Tile loncat-loncat plus teriak panik; seekor tokek cantik lagi mejeng di kakinya dia. Hahaha. Itu tokek sampe loncat trus nemplok manis di pintu masuk ATM tanpa rasa bersalah. Tile buru-buru keluar trus langsung sok cool tampangnya, alesan dia “Gila, ngeri aja gue takut nginjek tokeknya, kan kasian,” yang lain langsung cekikikan ngeliat si atlet futsal sekaligus pengusaha kontraktor sukses ini kocar-kacir di deketin tokek. Dan saat itu, keluarlah slogan baru dari Tile yang akhirnya di pake selama perjalanan tiga hari kita; “Plis deeeh, jangan lebaaay” dengan aksen santainya yang khas.

Bank Niaga - Tasik

Setelah foto-foto, perjalanan dilanjutkan, masih Yuzar yang nyetir. Gak jauh dari Bank Niaga, kita berhenti waktu mau ada kereta lewat. Palangnya pun ditutup menghalangi jalan. Gak ada yang aneh sama rel kereta api. Cuma, yang aneh adalah itu jam dua pagi, di sekitar kita sawah dan jauh dari rumah penduduk. Suara jam analog gue kedengeran, jangan-jangan suara jantung gue juga kedengeran saking sepinya? Kayaknya mulai gak wajar deh. Yang lain mulai sibuk ketawa-ketawa ngeri gitu, sambil sesekali ada yang nakut-nakutin. Masalahnya tu kereta kaga lewat-lewat! Hiks! Kan kalo inget film-film horror banyak kejadian gitu di rel kereta..hiiiii! Untung aja setelah nunggu lima menitan yang berasa lima belas menit, tu kereta kosong lewat juga.. *fiuh* Perjalanan ceria kembali..dari yang sahut-sahutan ketawa, tiba-tiba bau kentut semerbak banget yang gak lain adalah si Arsyan, sampe Tile bikin kuis tebak-tebakan artis, dan pada akhirnya cuma kedengeran sayup-sayup Yuzar si driver dan co-drivernya (Arsyan) lagi ngobrol di bangku depan buat ngilangin kantuk..yang dibelakang? TIDUR semua! hahaha.

04.00, Manonjaya.

Rumah Arsyan

Gak pake ba bi bu, sedetik sampe rumah Arsyan kita langsung gelar kasur lipat di ruang tengah, semua numpuk jadi satu disitu.tanpa pandang bulu. Ngobrol sebentar, ngerokok sebatang dua batang, akhirnya semua tumbang, matahari merangkak naik.

07.00, Manonjaya.

Gue kebangun gara-gara nyium bau gak sedap. Bener aja, kepala gue ditutupin baju bekas. Ternyata punya Teguh, yang notabene mantan pacar gue waktu SMA. Itu kerjaan iseng mereka, rupanya pada ngarep gue sama Teguh clbk (cinta lama bersemi kembali, euh–red., singkatannya norak banget ya? haha).

Nasi goreng warna emas (merah sama coklat gitu maksudnya, ihihi) yang tergeletak di meja kopi punya sex appeal yang tinggi banget ternyata. Emang kalo diinget-inget kita semua belom makan. Sejam kemudian, setelah gue mandi, satu piring nasi goreng plus timun, tomat dan telur dadar ludes gue makan. Pagi itu cerah banget, matahari lagi show off, kata Ima, pacarnya Anda. Setelah berebutan kamar mandi, pinjem odol, pinjem sabun cair, jam sembilan pas, kita lanjutin perjalanan ke Batu Karas, tiga jam dari Manonjaya lewat jalur alternatif.

09.00, Somewhere Out There.

Hoeeek. Hoeeeeek. Sumpaaaah, jalan alternatif ke Batu Karas gak bangeeet. Jalanannya berlikuuu likuuu likuuuu. Ternyata jalanan ini ngelewatin bukit, naik, turun, letter u banyak banget, bener-bener NOT RECOMMENDED! apalagi kalo ada bumil atau anak kecil.. jangan coba-coba! Tile sampe muntah, seriously, saking bikin pusing, hihi. Tile ini kenapa sih banyak banget gak enaknya dari kemaren. Heheh.

Di tengah jalan berliku, di suatu daerah terpencil, kiri hutan kanan jurang, Arsyan gak sengaja matahin handle mobil yang ada di atas penumpang. Gak tau gara-gara beban Arsyan terlalu berat apa emang gagangnya udah patah duluan. Gue rasa sih dia terlalu bersemangat pegangan sama handle itu. Yuzar langsung ngomporin yang lain buat ngasih hukuman, akhirnya mobil diberhentiin, kaca dibuka, si Arsyan disuruh minta maaf sama semua.

“Plis dong syan, sekaliii aja, buang gengsi lo, bilang ‘Teman-teman, Alcan minta maaf yah, Alcan sayaaaang banget sama kalian semua’,” yang lain cekikikan. Rupa-rupanya Arsyan cuma cengengesan dan tau banget kalo yang lain cuma bercanda. Yah, ini internal jokes sih, rasanya jadi gak lucu kalo diceritain ulang yah? haha.

Akhirnya hukuman Arsyan berakhir pas dia nolak tantangan ‘Turun mobil, teriak di pinggir jurang ‘Alcan sayaaaaang banget sama Anti, Yuzar, Anda, Ima, Dita, Tile, Seno, Teguuuuh’ dengan sebaris “PLISSS DOOONG, JANGAN LEBAAAAY”. Heheheh, silly.

Akhirnya kita sampe juga di hotel Riverside tempat kita nginep. Itu setelah nanya kanan kiri, dan agak sok tau dikit cari lokasinya pake gmaps.

Ternyataaaa, pas kita sampe sanaaaaaaa….

Bersambung….

Episode berikutnya : Anti, Arsyan, Seno, Teguh dibohongin sama Teteh yang punya Cafe pinggir pantai Batu Karas. Handphone Teguh ilang-ilangan melulu. Air panas yang gak panas, sampe diskon hotel 20% yang ngasih kita napas lumayan lega buat mesen makanan di hotel agak banyakan, cuma ada di “Green Canyon – Batu Karas Ep. 2″!! :D

Older Posts »

Blog at WordPress.com.