Pictures from far away

Pictures tells you what words couldn’t.

I believe, people who traveled to so many places, met so many people with different backgrounds, cultures and languages, have the ability to see things from different perspective.

Oscar seringkali pergi keluar kota untuk kerja, setiap dia pergi gue selalu ditanya mau oleh-oleh apa and I always answer “Gak mau apa2,”. Setelah itu dia frequently ngirimin gue foto-foto pake hpnya dia dan dikirim via mms. Gue selalu excited nunggu foto-foto dari dia, here are two of some photos (maaf poor quality, taken pake hp seadanya).. Sekarang, kalo dia pergi keluar kota, gue cuma minta dikirim foto-foto aja, lebih punya arti buat gue :)

Pantai Sengigi, Lombok. 14 Juni 2010, 5:46 pm.


Lampion - Pangkal Pinang, 16 Agustus 2009, 9:22 pm.

Pernah suatu waktu, dia pergi dari Solo menyusur jalan sampai dekat Malang naik sepeda motor tua punya Pamannya, tanpa tujuan (gue dikirimin juga foto motornya, tapi accidentally kehapus waktu upgrade hp). Dia habiskan waktu beberapa hari di jalan, tidur di langgar (mesjid) yang kalau malam sama sekali ga ada lampu, dikasih bubur untuk sarapan sama warga setempat..terus nyetir tanpa tau mau kemana…sampai saatnya hati dia bilang ‘sudah waktunya pulang’.

Waktu dia memutuskan melakukan perjalanan itu sendiri, gue cuma berdoa dia sehat-sehat dan selalu dilindungi Allah SWT.

Sepulangnya dia dari sana, gue cuma tanya “Apa yang bisa kamu ceritain ke aku?”

and he answered, “Menyenangkan bisa ketemu orang yang melihat aku apa adanya aku,”

Tanpa perlu dia cerita panjang lebar, gue tau dia baru saja melengkapi dirinya sendiri, pieces by pieces, and I stopped asking.. :)

Jadi buat kalian yang punya kesempatan pergi kebanyak tempat, anda sangat beruntung :)

Greyish

Bad girl.

Now I’m goin to talk about how a good girl turns into a bad one. With whom she befriended is a major factor at this point. Wrecked family is next.

But you know what, I think those reasons are just a diversion of the very true reason she turns into a bad one; herself. She’s the one who wants to be bad, though I’m sure inside her heart, she never wanted it that way.

Lets make it clear, ‘bad’ in my term is the one who went to club too often, hooked up with random guys, made out with whoever she wants, consumed alcoholic drinks or any ‘medicines’, you know. Well, I didn’t say that they who went to club and drinks are bad girl.

Yeah. I know some girls. As for me, well, you can say that, I’m the one who’s in between. Noooo, I never went to club again since a year ago and I guess I’ll never enter any club again for the rest of my life, well, maybe someday when I drag my child out of it, heheh.. (Momi knows better child, trust me, you don’t want to end up at club’s toilet and vomit all over the place–and think that you’d rather be dead at that time–aren’t you? So trust me, dear child). Why in between? because I KNOW bad stuff and good stuff (pay attention to the word ‘know’). You see, this is the difference, yang gak tau seperti apa kehidupan ‘hitam’, pasti punya stereotype kalo mereka  yang ada dalam dunia itu gak deserve sesuatu yang baik, as for me, justru merekalah yang paling membutuhkan sesuatu yang baik, yang bisa membuat mereka jadi lebih baik, tentunya.

Misalnya, seorang teman pernah bilang sama gue, “Gue sangat gak setuju kalo cowo baik-baik pacaran dengan cewe ‘bandel’, karena mereka gak berhak mendapatkan seseorang yang baik, harusnya mereka dipasangkan sama yang bandel-bandel aja sekalian,”

Ini nyentil gue banget. What about my friends? My good friends? Mereka orang-orang baik yang KEBETULAN keseret ke pergaulan yang gak bener. Mereka butuh ‘penyelamat’, bukan malah dijudge seperti itu. Personally mereka sama kaya temen gue yang ngomong kaya tadi itu, bedanya, bad girls walked thru hell, some survived, tobat dan malah jadi lebih baik dari yang baik-baik, got what I mean? Yeah, karena mereka udah nyicip nerakanya dunia, well, mungkin lebih tepat ‘neraka yang berwujud seperti surga didunia’.

Jadi, don’t judge them wrongly, cos personally mereka punya hati yang sama, bahkan lebih kuat. Let’s just pray that someday mereka mau berubah jadi lebih baik..

So, what I’m tryin to say is….in the end, the good and the bad, the black and the white, akan jadi abu-abu..karena yang melakukan penilaian bukan kita, cuma Allah SWT yang tau..so, jalanin aja sebaik-baiknya, jgn ekstrim karena ini bukan pelajaran matematika yang mutlak hasilnya, everything counts.

That’s me sayin..

The Talk

June 5th, 2010, Highway, on our way home from coffee time at Brew and Co Citos and Shrek 3.

Anti and Oscar in’ True Love and Soulmate’

a : Do you believe in true love? Do you believe in…soulmates? (mengganti saluran radio dari stasiun satu ke yang lainnya dan berhenti saat radio mengudarakan lagunya Ten To Five, You)

o : Hmm.. (longpause)

a : (Nyanyi ‘You’, pura-pura gak nunggu jawabannya)

o : Kamu.. Kenapa yakin kalo aku cocok sama kamu? Kenapa yakin klo kamu mau menikah sama aku?

a : (a little bit confused, thinking very hard to answer the question) Ya.. Umm..

o : Gak usah langsung dijawab, nanti aja kalo kamu udah tau jawabannya.

a : (sangat menghindari untuk pending jawaban dan sangat berusaha untuk jawab pertanyaan dengan apa yang sebenernya mau gue omongin, bukan jawaban yang kira-kira dia harapkan)

a : Ok, jadi begini. We’ve been together for like, a year or so. Gak ada orang yang cocok sama sekali, but what we’ve been thru, itu namanya proses. Yang paling penting buat aku itu compromise. Mengerti doang belum cukup, karena orang yang ngerti belum tentu bisa kompromi, tapi the one who is, pasti sudah mengerti. And guess what, kita bisa kompromi. You complete me, and I complete you too, hope so.

o : So, that makes you…don’t believe in true love and soulmates.

a : Ngg…?

o : Iya, klo kamu jawabannya ‘semua butuh proses’, bukankah itu berarti kamu gak percaya adanya soulmates?

a : Hm..make sense. Ya, ok, emang semuanya butuh proses, gak bisa ketemu langsung bisa bilang ‘you’re absolutely the one’, nope, pasti butuh proses. That’s me, kalo kamu?

o : (mikir sebentar, trus geleng-geleng) Gak, aku ga percaya. Tapi aku mengartikan soulmates itu seperti dua orang yang sama-sama punya harapan yang sama, saat mereka udah gak lagi mengharapkan hal yang sama, they’re not soulmate. Tapi ada juga yang beranggapan ‘dia soulmate gue, cuma dia yang bisa ngerti gue, dan gue cuma mau menikah sama dia’.

a : Itu namanya obsessed, karena soulmate dalam konsep itu harus mutual, ga bisa satu pihak aja, kan?

o : Ya, bisa dibilang begitu. (ngusek-ngusek kepala gue)

Sometimes

Sometimes you have to let go off something to receive a greater one.

Sometimes you need to meet several wrong people so you’ll know when you meet the right one.

Sometimes you need to do mistakes just so you know how to do it right.

 

Sometimes..oh sometimes, you just have to cry to release your burden, and then you can smile upon it.

 

Introducing a friend’s website about how to wear hijab and style it up. She’s a very pretty, smart yet creative person. I called her Teteh Fifi, well, please do visit her blog and be amazed (the blog is created by Mrs. Hanna Faridl & Mrs. Fifi Alvianto).

www.hijabscarf.blogspot.com

 

 

Ordinary Life

Another good friend pergi ke negeri orang buat cari ilmu. Tara Hardika. Err, no, lebih enak nyebutnya Tile. He’s extraordinary. Well, klo mau baca, Mas Dipoy wrote something about him on his blog, if you care to read, just click away.. heart warming story, testimoni tulus tentang seorang teman dari penulis amatir, kata Dipoi. Dan selamat Poi, tulisan lo berhasil bikin gue sangat terharu.. :) Hehe, gue yakin Tile juga baca posting gue yang ini ya Le? Kalian baru nemuin blog gue ya setelah sekian lama gue sembunyi2 ga mau semua orang tau blog gue eksis, haha.. Enough said, klo ada kesempatan, harus main lagi sama my good old friends, sebelum keadaan berubah (you know, marriage, kids and stuff..hehe).

Anyways, hari Sabtu minggu kemarin gue jalan-jalan ga jelas sama bang Oscar. Awalnya mau nonton, so pergilah kita ke Setiabudi building, ternyata filmnya ga ada yang bagus, jadi kita makan eskrim baskin robin aja deh di tamannya sambil ngobrol. Kaya pacaran jaman dulu banget ga sih? Main di kebon trus kejar-kejaran pake slow motion gitu, untung aja gue ga make baju terusan yang ada shoulder padnya dan Oscar ga make celana cutbray plus kemeja yang kancing atasnya dibuka dua lengkap sama kacamata rayban coklat serasi dengan gaya rambutnya yang (entah kenapa, ga cewe ga cowo jaman dulu) bergelombang. Kalo ga kita bisa ngalahin Romi Juli kali ye.

Abis dari makan eskrim, kita main lah tuh ke Plaza Semanggi, mau pacaran di toko buku. Haha, seru ternyata, dia dapet buku apalah-geografis-nya dan gue cuma ngiler ngeliatin buku-buku yang pengen banget gue baca tapi sayang banget gue ga yakin bisa bacain semuanya berhubung gue kuliahnya agak padat.

Then kita ke centro, Oscar cari sepatu, dan gue disuruh milih sepatu mana yang menurut gue bagus, yang gue pilih Venture by Hush Puppies dan Oscar milih Endurance by Hush Puppies. Yuk mareh, garang mak! haha sangat bertolak belakang sama aku ya mas. Tapi bagus juga lah endurance itu, seperti punya nyawa sendiri, stand out diantara sepatu-sepatu yang lain yang typical. Haha, sepatu aja dibacain karakternya.

And do you know what’s best? Gue nemu komik Sabbath Cafe jilid 1-7 di toko kecil terpencil di Plaza Semanggi. Si Oscar sampe bingung gue super excited karena bertahun-tahun gue cari komik ini gak pernah nemu. No cing-cong, gue langsung tanya harganya, dan bawa pulang those piece of treasure.

So, yeah, saking senengnya gue sampe ga aware klo tiket parkir jatoh dari tas gue waktu gue narik keluar dompet gue dari dalem tas. Waktu mau keluar Plaza Semanggi, kita bikin antrian keluar lumayan panjang sampe mas-masnya musti buka exit satu lagi karena mereka nungguin gue ngubek-ngubek isi tas nyariin tu tiket parkir. Gak akan ketemu lah, orang jatoh kok. Teledor ya gue? hehe, I am, and not proud of that. So, kita di charge 20.000 + uang parkir = Rp. 24.000, dan musti kasih unjuk sim, ktp, stnk dan tanda-tangan sesuatu after that. Silly me.

Adios people, besok gue UAS, doain yaaa..

Eh iya, alhamdulilah Oscar diterima buat lanjutin master degreenya, jangan sampe kuliah yg sekarang berhenti ditengah jalan just like his previous master majoring in perbankan..doakan supaya lancar ya, amien.