Selasa yang Aneh


Bukan dalam rangka masih dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia, tapi ini cerita bener-bener baru gue dapet kemarin, dari supir taksi (again!? Ada apa gue dan supir taksi sih?! hehe).

So, hear my stories.. percaya gak percaya deh ni.. terserah aja.

Jadi, kemarin ( Selasa, 19 Agustus 2008) sekitar jam 9 pm, gue pulang naik taksi dari daerah Sarinah, sama temen kantor gue, Fanny dan Vony.

Kita naik taksi Selebrity. Tujuan pertama ke daerah Rawamangun, trus langsung ke daerah rumah gue di Pondok Kelapa.

Waktu lewat daerah Klender, tepatnya di depan Mall Citra ( dulunya Mall Jogja ), si supir taksi mulai cerita ( belakangan gue tau namanya Surtono ). He goes like this..

Surtono : “Mbak, ini Mall Jogja kan dulunya?”

Gue : “Iya Pak, kenapa?” (damn it Ti, ga usah nanya kenapa!)

Surtono : “Saya punya cerita Mbak, tapi terserah mau percaya atau nggak,”

Gue : “Ho oh” (maunya sih jawab ngga, tapi ternyata penasaran!)

Surtono : “Temen saya nih Mbak, sempet ada penumpang dari depan Mall Citra ini, dia baru nganter penumpang dari bandara ke daerah Klender dan pulangnya lewat sini,”

“Waktu itu sekitar jam 10 malem Mbak, si penumpang yang stop-in temen saya itu perempuan Mbak, putiih gitu orangnya, putih bersih”

Gue : “Iya, trus pak?”

Surtono : “Nah, pas ditanya mau kemana sama temen saya itu, si perempuan itu bilang, saya mau ke Kebayoran Pak, mau pulang, tapi duit saya ada dirumah Pak,”

“Lantas temen saya jawab, oh, ya,ya, gak apa-apa Mbak, bayarnya kan bisa nanti setelah sampai,”

Gue : “Kayaknya mulai horror nih Pak,”

Surtono : “Bener Mbak, jadi setelah jalan sekitar satu kilo, penumpang ini minta berhenti mendadak, nah, karena mendadak, temen saya itu langsung sen kiri dan sibuk perhatiin spion kanan – kiri. Tapi nih mbak, percaya atau nggak, setelah mobil berhenti, perempuan itu udah gak ada!”

*tampang udah mulai blo’on*

Gue : “Serem banget sih pak!”

Surtono : “Wah, iya Mbak, saya sampe merinding ini!”

Si supir taksi terus nyetir.

Jadi cerita-cerita aneh tentang mall ini emang beredar banget. Wajar deh, waktu kerusuhan taun 1998, mall dibakar, sementara banyak yang kejebak di dalem.

> KLENDER
> Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998. *
> Sejarah:* Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di
> daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa.
> Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai
> pertokoan, pengunjung, dan para penjarah.
> Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya,
> segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan,
> ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut
> wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan ini
> dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi
> kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih

> menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun

> demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri
> di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat
> pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda.
> Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum
> dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut. *
> Testimonial:* Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang
> sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan
> di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan
> madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam.
> Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat.
> Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;
> yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus
> terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.

Duh, kenapa gue jadi mistik banget gini yak? But wait till you hear what Mr. Surtono told me another stories.

Okey, so, setelah nurunin temen gue di daerah Pondok Kopi, gue tinggal sendirian ngelanjutin perjalanan pulang.

Si Pak Surtono ini semakin menggebu-gebu buat cerita.

Surtono : “Jadi nih Mbak, dulu saya supir Golden Bird, enak Mbak jadi supir Golden Bird, gak perlu cari penumpang, tinggal stand by di hotel. Nah, kebetulan waktu itu lagi ada KTT di Bogor, saya lupa tahun berapa, yang pasti Presiden Amerika waktu itu masih Clinton,”

(nih, gue nemuin taun berapanya :

Clinton dan Deklarasi Bogor

Kunjungan Clinton ke Jakarta dan Bogor (13-16 November 1994) dilakukan dalam rangka KTT APEC. Untuk menjadikan menarik dan dikenang sejarah, Indonesia merancang suatu deklarasi tentang kesepakatan pasar bersama APEC dengan jadwal 2010 untuk negara maju dan 2020 untuk negara sedang berkembang.

Kini tercatat aneh, Deklarasi Bogor itu justru disponsori oleh Indonesia, anggota APEC yang tampilan ekonominya paling rendah dan paling rentan terhadap dampak liberalisasi itu. Mungkin wajar kalau prakarsa itu datang dari Jepang atau Singapura atau Korea Selatan yang sudah jauh lebih siap dengan pasar bebas bersama.

Agaknya pengaruh adidaya atas Indonesia sangat menentukan langkah Pemerintah Indonesia saat itu, sampai-sampai hanya agar Clinton mau datang, Pemerintah Indonesia mengabaikan kepentingan nasional yang lebih konkret. Penjagaan ketat pasukan keamanan AS terhadap presidennya sudah menimbulkan kritik dan protes pada waktu itu. Tentara AS secara mencolok terlihat mengamankan presidennya sendiri dan mengabaikan pasukan keamanan tuan rumah.

Kompas )

Saya dan berpuluh-puluh Golden Bird ditugasin ke Bogor. Ada cerita dari tukang becak, sehari sebelum KTT mbak, tukang becak yang biasa mangkal di daerah Warung Jambu dipanggil sama pembantu dari rumah istri Bung Karno untuk mengantar ke Istana Bogor. Si supir becak langsung siap di depan rumah itu yang gak lain adalah rumah istri Bung Karno. Supir becak sama sekali gak merhatiin yang naik ke becaknya, dia bilang sih seperti pernah kenal tapi gak tau dimana.

Gue : “Trus Pak?”

Surtono : “Terus, pas sampe di depan Istana Bogor, penjaga kandang monyet ( pos-pos penjaga di Istana Bogor, disebut Kandang Monyet ) langsung bukain pintu buat si becaknya, sambil hormat. Si supir becak anter sampe depan istana yang banyak tangganya itu loh Mbak. Nah, pas penumpangnya turun, baru keliatan itu pakai peci, pakai tongkat dan berseragam rapi..”

Gue : “Jangan bilang itu Pak Karno?”

Surtono : “Bener Mbak, beliau Pak Karno, padahal saat itu Pak Karno udah gak ada Mbak”

*Yang ada di pikiran gue, Pak Karno emang beneran masih hidup, selama ini gak ada orang yang tau, hehe*

Surtono : “Nah, setelah tukang becak itu mau keluar istana, dia langsung disergap intelegent-intelegent Mbak, langsung di interogasi. Tapi karena tukang becaknya gak tau apa-apa, langsung dilepasin. Nah, cerita ini gak pernah lepas ke publik Mbak, ini saya yang bocorin, karena yang hanya ada di lingkungan istana waktu itu yang tau kejadian ini,”

“Jadi Mbak, Bung Karno yang waktu itu adalah sukma beliau, betapa kuat ilmu beliau sampe bisa menampakkan jasadnya,”

Gue : “Berarti Pak Harto juga punya ilmu yang sama dong Pak”

Surtono : “Oh, nggak, Pak Harto itu pakai jimat. Dia Kejawen Mbak…”

*Gue udah di depan rumah gue*

Gue : “Wah, makasih nih Pak, menarik banget,” gue siap-siap keluar.

Surtono : “Iya Mbak, terus terang saya Kejawen juga Mbak, boleh saya tau nomer handphone Mbak?”

Gue : *GELAGAPAN* “Gimana klo saya aja yang simpen nomer Bapak?”

Surtono : “Kebetulan handphone saya udah dijual Mbak, nomer kantor aja kalo bisa Mbak?” dia ngeluarin kertas tanpa pulpen.

Gue : “Aduh pak, diinget-inget aja deh Pak, nomernya 89**,” berharap si Bapak orang yang pikun!!

Surtono : Ok Mbak, hati-hati ya mbak. Makasih Mbak..

*KABUUUURRR…langsung ke atas, ke kamar adek gue, ketakutan..!*

Weleh..weleh……..

6 thoughts on “Selasa yang Aneh

  1. tu supir taksi bocor juga yak. cerita2 ke orang yang bocor. jadi nyebar degh ceritanya disini… hihihi…. oh pantes semalem lo ada di kamar berdot.. jadi begitu ceritanya….

  2. Nissa : aduh mba, jangan dong,hauhau.. *jago kandang..huehukeh*

    superyayi : hahuiahu, apa juga bisa jadi beneran di jkt..tapi serem juga yah klo kata si pak supirnya beneran? hiii… salam2 deh klo liat yang aneh2..hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s