Road to Northern Jakarta


Saya hanya ingin berkata, sebelum saya mengakhiri hari ini dengan bercinta dengan bantal dan guling.

Anggaplah internet ini, sebatang rokok ini, dan secangkir kopi hangat ini sebagai foreplay saya.

Saya sangat menikmati hidup ini (selagi saya bercerita disini, teman-teman saya sedang tertawa. Entah mentertawai apa, saya sudah tidak bisa konsentrasi mengikuti alunan tawa mereka, Saya sudah terhisap ke dunia ini. Saya harus mengeluarkan apa yang ada dikepala saya..)

Saya tau, banyak sekali hal yang terlewatkan dalam hidup saya. Kesempatan yang terbuang. Pertemuan yang dapat dikenang seumur hidup saya. Acara tv yang saya tinggal tidur. Konser yang saya tungu-tunggu di Jakarta.

Tapi saat ini saya sedang bersama teman-teman saya. Saya bahagia, saya tertawa. Saya tersenyum, tersenyum dengan kehidupan saya yang tidak sempurna.

Saya bersama dengannya, satu jam saja, dan saya bahagia, sangat bahagia..

Saya merindukan sahabat saya, yang sudah beberapa lama jauh dari saya. Saya belum bertemu dengan Kenji, Golden Retrievernya yang baru.

Saya mensyukuri 6 tahun yang saya lewati dengan orang yang hebat.

dan saya memikirkan hal ini dijalan, menuju ke tempat ini, dengan dirinya menggenggam erat tangan saya.

satu jam yang sangat singkat. dengan dirinya disamping saya.

dia teman yang sangat hebat. teman, kekasih. saya tidak bisa membedakan itu saat saya disamping dia.

Saya bahagia. As happy as i can be.

Lihatlah loop yang saya buat dalam tulisan ini. Begitu random. Begitu tidak menentu.

Lihatlah betapa cepat pikiran saya berubah.

Saya berpikir, maka saya hidup….

Saya hidup.

2 thoughts on “Road to Northern Jakarta

  1. wah, lo jangan mikir klo segala sesuatunya itu random… klo lo mikir semuanya itu random, hidup lo bakalan pesimis terus… gw bisa buktiin ke lo klo sebenernya hukum random itu ga ada, caranya pake teori dodol… hehe,, nanti klo gw pulang gw ajarin deh…

  2. segala sesuatu gak random, tapi apa yang ada di pikiran gue lah yang random. Gue gak berstruktur, gak ada post2 di dalam pikiran gue. Yang ada semuanya ngeblend jadi satu. That’s why, yang keluar dari gue, random. huekhukehe.. it’s gettin interesting when u said ada teori dodol!! come home soon..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s