Cepatlah datang wahai 27 November 2008.


Saya bermimpi memiliki kekasih.

Matriks identitas saya. Peleburan dua identitas yang menghasilkan identitas juga.

Tidak seperti matriks yang idempoten, yang jika diMMULT dengan identitas akan menghasilkan matriks itu sendiri.

This is Matematika Ekonomi.

Biar, panggil saya gila menyamakan manusia dengan matriks.

Tapi bukankah menyenangkan memiliki pasangan yang sama dengan identitas kita? atau justru lebih menantang memiliki pasangan yang berbeda karakter, walaupun salah satunya akan menjadi superior?

Itu namanya egois menurut gue. Wong gendeng, orang berpasangan kok hasilnya yang keluar bukannya hasil peleburan tapi malah satu karakter yang kuat. Satu yang stand out. Gimana mau langgeng?

Kecuali hubungan yang lebih universal, akan dibutuhkan satu pemimpin yang punya karakter lebih kuat dari yang lain.

Bisa aja sih, gak harus ada superior. Tapi itu kalo berbeda dimensi. Salah satunya bukan identitas. Hmm, okay, gak harus jadi terlalu idealis dengan mencari yang sama, cari yang unik, dengan dimensi yang berbeda..wah..seru tuh..

Pacar yang berbeda dimensi.

Tapi memiliki kolom yang sama dengan kita.

Masih memiliki satu persamaan, entah apapun itu. Sementara antara baris yang kita miliki dan kolom yang ia miliki, akan membentuk satu matriks baru, sesuai dengan jumlahnya. Ah, jangan-jangan, saya yang terlalu idealis sehingga menimbulkan kerumitan berpikir seperti ini?

Apa sih yang saya pikirkan?

Sudahlah, ini semua gara-gara kamu.

Saya kangen sama kamu, cepat pulang ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s