Dekat Jauh Dekat Jauh


Kadang kamu mendekat. Aku dibuatmu layaknya artis terkenal dan kamu paparazzinya. Selalu ada dimanapun kapanpun bahkan saat saya cuma memikirkan kamu, kamu dengan ajaibnya bisa tiba-tiba puff ada disana.

Saat kamu mendekat, aku senang.

Aku jadi punya teman bergadang, bahkan walaupun esoknya aku dan kamu harus kerja, aku tidak peduli, padahal kamu udah nyuruh aku istirahat.

Eh, kamu tau, kamu satu-satunya orang yang bisa bikin aku berjanji DAN menepatinya? bukan berarti aku orang yang tidak menepati janji. Tapi untuk masalah janji yang satu itu, kamu orang pertama yang berhasil, padahal kamu cuma tanya “bener, janji?”. Gile, dahsyat ya kamu.

Aku seneng kita sempet menghabiskan waktu berjam-jam di coffee shop itu. Kamu traktir aku dalam rangka permintaan maaf. Waktu itu seminggu lewat sudah ulang tahunku. Sementara kamu pesan didalam, aku menunggu diluar. Aku bisa memastikan, wajahku memerah saat kamu menghampiriku, you handed me frappucino itu (euh, deary, kamu lupa ya? aku sukanya yang cream, bukan coffee, tapi gak apa2, as long as i’m with you *HALAAAH, norak deh si Anti!, hehe* ), eh tapi tiba-tiba kamu masuk lagi kedalam, dan wajahku semakin merah padam waktu kamu kembali lagi dan dengan tersenyum memberikanku a slice of chocolate cake and said “Happy belated birthday,” aawwww, that’s sweet of you! You didn’t have to give extra effort to make me live happily ever after (buahaha, lebayss).

Eh, kamu, remember that talks, about 10 things you remembered about me? Hihi, lucu ya? Kamu sebutin yang kamu inget tentang aku dari awal kita ketemu. Tapi kamu juga nyuruh aku sebutin yang aku inget tentang kamu. Kamu tau? Pas kamu tanya begitu, aku cuma mau jawab “I remember everything!!”. Tapi aku biarkan kamu dan versi kamu tentang aku mengalir. Kamu ingat berapa kali kita secara gak sengaja dan sengaja berpegangan tangan (aaah, temen2, aku maluuuuuu, hahaha). Kamu ingat lagu kesukaan aku (dan kamu putar lagu itu dijalan kita pulang, hihi). Dan satu yang paling kamu ingat, kamu kaget waktu aku mau nangis cuma karena dengerin kamu cerita tentang mantan pacar kamu, dan sekali lagi kamu kaget waktu dapet laporan kalo aku kangen sama mantan kamu gara-gara dengerin lagunya Kerispatih (padahal aku gak kenal sama mantan kamu!). Kami bilang aku aneh. Unik. Menyenangkan. Lucu. Ahhh, kamu berhasil membuatku tidur sambil tersenyum.. :”> Setelah itu, kamu balik tanya apa yang aku ingat tentang kamu.. dengan lancar aku cerita! hihihi!

Tapi..

Saat kamu menjauh, aku sedih.

Aku tidak punya teman yang bisa memberitahuku jalan keluar terbaik. Dengar itu, kamu sangat pintar sampai kamu tau solusi dari masalah-masalahku! Walaupun sebenarnya saya tetap senang bahagia dan sukses tanpa adanya kamu. Tapi kamu tuh dicari entah bagian mana dari sel-sel otakku dan sedikit dari pikiran-pikiranku is craving about you, kamu tuh seperti gatal di telapak tangan! Kamu tau telapak tangan kamu gatal, tapi kamu gak tau titik gatalnya dimana! (aneh ya perumpamaannya!?) kadang-kadang aku bisa tersenyum geli sendiri mengingat betapa bodohnya aku yang lagi cari-cari sosok seorang kamu. Tapi aku ingat terakhir kali omongan kamu di telp malam itu..

“I’ll call you when I’m sure when’s the right time to pick you up from everywhere you are,” kira-kira begitu kalo bahasa inggerisnya, hihi.

But, you know what I’ll do?

I won’t wait. I won’t wait. Aku gak akan nungguin kamu saat kamu lagi menata hidup kamu.

I’ll just take care of myself like I should, and never wait for you. Why? Karena aku tau kamu sedang mencari dan melakukan screening!

and because I’m sure, the one who’ll take good care of me (for the rest of my life) will never keep me waiting, and you’ll let me help you, at least.

Jadi, saat nanti kamu kembali, aku akan pastikan kamu tau apa yang akan kamu lakukan dengan hidup kamu (dan aku), atau aku yang akan ambil langkah seribu.

*sigh*

it’s 9.30 pm Saturday Night. But I’m here in my room, tryin to finish my undone assignments, but instead of doing it, i’m trapped in this whollatta sh*t about myself and him.

Wait, Adam called. Asik, dia mau bantuin tugasku! I better get myself ready before He pick me up! *untung si Papah ngasih izin, mungkin dia setres ngeliat anaknya uring-uringan dirumah soalnya gak ada yang bisa diajak diskusi.  Asal anti dijemput mungkin dia gak masalah (in other words, die males banget kalo gue jam segini lagi-lagi nyetir sendiri keluar dengan alesan beli eskrim..hahahak, tapi sepertinya beli eskrim malem-malem ini akan rutin gue lakukan kalo gue lagi ga ada kerjaan, soalnya mas eric dengan senang hati mau diculik dan diajak gendut, hahaha, guilty as charged!!)

so, siap2 KPPU bakal dikupas abis sama bung Adam!! yay!! happpyyy!! xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s