Failure


Gue gak pernah marah sama Tuhan tentang keadaan gue.

Selalu bersyukur dan berkompromi dengan keadaan.

Tapi, ada kalanya, gue berdoa bersimpuh di hadapanNya, untuk mengembalikan waktu dan mensukseskan surgery gue, years ago.

This is not a serious sickness..bukan penyakit malahan.. Ini cuma cacat.. Tapi gue gak ngerasa jadi orang cacat.. Gue cuma ngerasa jadi orang gagal.

Failure.

Gue muak dengan kata itu. Gue muak sama dokter yang nanganin gue waktu itu. 3 dokter, profesinya sama, cuma bidangnya beda. Dokter 1 very profesional, Dokter 2 profesional, Dokter 3 adalah dokter yang rasanya seumur hidup gue gak mau ketemu dia lagi.

Gue tidak menyalahkan dia. Tapi gue menyalahkan gue yang dulu terima aja dengan segala ide-ide dia ngobatin gue. Yang pada akhirnya setelah gue dirujuk Dokter 2 ke si dokter super profesional ini, dia insult si Dokter 3 atas kebodohannya.

Well, apa mau di kata, gue telat ketemu Dokter Hans si dokter 1. Kayanya udah ga bisa lagi, was like no hope at all. Tapi akhirnya dia menyarankan gue buat nyoba lagi sama dia.

I trust him. He’s a very great doctor. Dia ngerti kalo surgery yang akan dilakukan ke gue itu butuh biaya yang ga sedikit dan kemungkinan gagal sekian persen. Tapi gue selalu menyerahkan keputusan ke orang tua gue. They said yes.

So, setelah melakukan tahap2 yang butuh waktu lumayan lama, akhirnya, pergilah gue ke Siloam Glenneagles, Lippo Karawaci buat melaksanakan operasinya.

Recovery time sekitar sebulan. Menunggu hasil operasi sekitar tiga bulan.

Dalam masa2 itu, gue santai, gak pernah terpikirkan kalo surgery akan gagal.

The third month, waktunya gue berkunjung ke dokter Hans di BSD. Gue langsung diperiksa. You know what, meriksa gue cuma butuh waktu less than 5 mnts. Dengan tampang datar, dengan hati2, dia manggil coba jelasin keadaan gue ke nyokap gue.

Dia bilang operasi gue gagal.

Dia bilang ini disebabkan oleh treatment si dokter 3.

Dia minta maaf.

 

Kami pulang.

I didn’t cry. Nope. But my chest’s hurt. It was too much that I can’t even cry. I have failed.

Semua upaya ga ada hasilnya, semua harapan menguap.

 

Hhh.. tapi gak apa2, gue masih bisa hidup normal..kalo gak salah operasinya itu namanya auto-genous bone grafting….hahhh whatever that isss…

Awal taun ini gue ktemu lagi sama dokter Hans, dia ngasih liat video tekhnik baru bone grafting di laptopnya, kalo gak salah denger, this is new, fresh from Singaporean Doctors.. ah, entahlah.. Ngeliat orang di bedah2, darah dimana-mana menurut gue bukan tontonan asik… Tapi Dokter Hans bilang, kans tekhnik ini berhasil cukup besar, I should give it a try, he encourage me.

Tapi sampe sekarang gue nulis ini pun, masih belum punya keberanian. Trauma sama kegagalan.

Terjawablah sudah kenapa sejak operasi gagal itu, gue gak pernah mau minum obat kalo sakit, dan gak pernah mau diajak ke dokter.. Not as simple as people thought, but I dont give a damn.. I’m scared of another failure.. So..yeah..that’s it..

2 thoughts on “Failure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s