Ordinary Life


Another good friend pergi ke negeri orang buat cari ilmu. Tara Hardika. Err, no, lebih enak nyebutnya Tile. He’s extraordinary. Well, klo mau baca, Mas Dipoy wrote something about him on his blog, if you care to read, just click away.. heart warming story, testimoni tulus tentang seorang teman dari penulis amatir, kata Dipoi. Dan selamat Poi, tulisan lo berhasil bikin gue sangat terharu.. :) Hehe, gue yakin Tile juga baca posting gue yang ini ya Le? Kalian baru nemuin blog gue ya setelah sekian lama gue sembunyi2 ga mau semua orang tau blog gue eksis, haha.. Enough said, klo ada kesempatan, harus main lagi sama my good old friends, sebelum keadaan berubah (you know, marriage, kids and stuff..hehe).

Anyways, hari Sabtu minggu kemarin gue jalan-jalan ga jelas sama bang Oscar. Awalnya mau nonton, so pergilah kita ke Setiabudi building, ternyata filmnya ga ada yang bagus, jadi kita makan eskrim baskin robin aja deh di tamannya sambil ngobrol. Kaya pacaran jaman dulu banget ga sih? Main di kebon trus kejar-kejaran pake slow motion gitu, untung aja gue ga make baju terusan yang ada shoulder padnya dan Oscar ga make celana cutbray plus kemeja yang kancing atasnya dibuka dua lengkap sama kacamata rayban coklat serasi dengan gaya rambutnya yang (entah kenapa, ga cewe ga cowo jaman dulu) bergelombang. Kalo ga kita bisa ngalahin Romi Juli kali ye.

Abis dari makan eskrim, kita main lah tuh ke Plaza Semanggi, mau pacaran di toko buku. Haha, seru ternyata, dia dapet buku apalah-geografis-nya dan gue cuma ngiler ngeliatin buku-buku yang pengen banget gue baca tapi sayang banget gue ga yakin bisa bacain semuanya berhubung gue kuliahnya agak padat.

Then kita ke centro, Oscar cari sepatu, dan gue disuruh milih sepatu mana yang menurut gue bagus, yang gue pilih Venture by Hush Puppies dan Oscar milih Endurance by Hush Puppies. Yuk mareh, garang mak! haha sangat bertolak belakang sama aku ya mas. Tapi bagus juga lah endurance itu, seperti punya nyawa sendiri, stand out diantara sepatu-sepatu yang lain yang typical. Haha, sepatu aja dibacain karakternya.

And do you know what’s best? Gue nemu komik Sabbath Cafe jilid 1-7 di toko kecil terpencil di Plaza Semanggi. Si Oscar sampe bingung gue super excited karena bertahun-tahun gue cari komik ini gak pernah nemu. No cing-cong, gue langsung tanya harganya, dan bawa pulang those piece of treasure.

So, yeah, saking senengnya gue sampe ga aware klo tiket parkir jatoh dari tas gue waktu gue narik keluar dompet gue dari dalem tas. Waktu mau keluar Plaza Semanggi, kita bikin antrian keluar lumayan panjang sampe mas-masnya musti buka exit satu lagi karena mereka nungguin gue ngubek-ngubek isi tas nyariin tu tiket parkir. Gak akan ketemu lah, orang jatoh kok. Teledor ya gue? hehe, I am, and not proud of that. So, kita di charge 20.000 + uang parkir = Rp. 24.000, dan musti kasih unjuk sim, ktp, stnk dan tanda-tangan sesuatu after that. Silly me.

Adios people, besok gue UAS, doain yaaa..

Eh iya, alhamdulilah Oscar diterima buat lanjutin master degreenya, jangan sampe kuliah yg sekarang berhenti ditengah jalan just like his previous master majoring in perbankan..doakan supaya lancar ya, amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s