The Talk


June 5th, 2010, Highway, on our way home from coffee time at Brew and Co Citos and Shrek 3.

Anti and Oscar in’ True Love and Soulmate’

a : Do you believe in true love? Do you believe in…soulmates? (mengganti saluran radio dari stasiun satu ke yang lainnya dan berhenti saat radio mengudarakan lagunya Ten To Five, You)

o : Hmm.. (longpause)

a : (Nyanyi ‘You’, pura-pura gak nunggu jawabannya)

o : Kamu.. Kenapa yakin kalo aku cocok sama kamu? Kenapa yakin klo kamu mau menikah sama aku?

a : (a little bit confused, thinking very hard to answer the question) Ya.. Umm..

o : Gak usah langsung dijawab, nanti aja kalo kamu udah tau jawabannya.

a : (sangat menghindari untuk pending jawaban dan sangat berusaha untuk jawab pertanyaan dengan apa yang sebenernya mau gue omongin, bukan jawaban yang kira-kira dia harapkan)

a : Ok, jadi begini. We’ve been together for like, a year or so. Gak ada orang yang cocok sama sekali, but what we’ve been thru, itu namanya proses. Yang paling penting buat aku itu compromise. Mengerti doang belum cukup, karena orang yang ngerti belum tentu bisa kompromi, tapi the one who is, pasti sudah mengerti. And guess what, kita bisa kompromi. You complete me, and I complete you too, hope so.

o : So, that makes you…don’t believe in true love and soulmates.

a : Ngg…?

o : Iya, klo kamu jawabannya ‘semua butuh proses’, bukankah itu berarti kamu gak percaya adanya soulmates?

a : Hm..make sense. Ya, ok, emang semuanya butuh proses, gak bisa ketemu langsung bisa bilang ‘you’re absolutely the one’, nope, pasti butuh proses. That’s me, kalo kamu?

o : (mikir sebentar, trus geleng-geleng) Gak, aku ga percaya. Tapi aku mengartikan soulmates itu seperti dua orang yang sama-sama punya harapan yang sama, saat mereka udah gak lagi mengharapkan hal yang sama, they’re not soulmate. Tapi ada juga yang beranggapan ‘dia soulmate gue, cuma dia yang bisa ngerti gue, dan gue cuma mau menikah sama dia’.

a : Itu namanya obsessed, karena soulmate dalam konsep itu harus mutual, ga bisa satu pihak aja, kan?

o : Ya, bisa dibilang begitu. (ngusek-ngusek kepala gue)

2 thoughts on “The Talk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s