Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sapardi Djoko Damono

 

Beautiful (period) :)

Advertisements

Dewa

Waktu kuliah di Tarakanita dulu, kasus adu argumen sama dosen sampe satu kelas juga ikut panas, pernah..

Kasus dipanggil Mr Carlito ke yang baik keruangannya gara2 ada suatu perbuatan yg gue lakukan sampe gue pengen nangis gara2 terharu, pernah juga..

tapi mencoba jawab pertanyaan di kelas dan di cecer habis2an sampe keluar kata2 “ngawur” dan “sorry tapi jawaban seperti itu bukan jawaban anak murid saya”, bukan respon “jawabannya belum benar” yg gue dapet? cuma sekali seumur hidup gue. Saking marahnya gue cuma bisa nangis, ga bisa dibendung, selesai perkuliahan gue langsung cabut pulang kerumah dan diperjalanan pulang nangis sesenggukan. Belum pernah gue semarah itu, dan gue udah bertekad gak akan coba jawab pertanyaan lagi klo cara dia mendidik gue kaya gitu. That’s sick.

days goes by, dan akhirnya gue cerita juga sama dedengkotnya kampus, dia bilang “dalam perkuliahan, dihina itu wajar, marah boleh, sakit hati jangan..saya tau anda murid yang cerdas, dan saya yakin anda juga cukup cerdas untuk tidak menyerang dosen anda dikelas, krn dosen di dlm kelas itu adalah dewa, ada dewa baik dan ada dewa baik yg bersikap jahat, tp intinya mereka membawa kebaikan;ilmu..belajar banyak dr dewa2 anda,selamat belajar,semoga sukses ya”

And…there you go…you can call me cengeng tukang ngadu whatsoever, I don’t care..tp tetep gue msh kesel sm tu dosen..gue akan bersikap bodo amat asalkan nilai gue bagus..yeah, tahan banting sekuat baja, that’s it.

Hh, kehidupan perkuliahan. I’m gonna miss this setelah gue lulus nanti (amiiiin)