Domba vs Kambing

Hari indang hari Minggu, ane pergi bimbingan skripsi kerumah dosen pembimbing ane, abis itu nungguin Mas Oscar ngerjain tugas di Tis Square. Harusnya pergi ke pesta pernikahan Mba Listy (tetangga), tapi karena waktu yang sungguh mepet, kita akhirnya melipir ke Casablanca. Kenapa? Karena Oscar lapar dan ngidam daging domba. Kita ini pemain baru dalam dunia per-domba-an, dijalan kesanapun kita masih diskusi apa perbedaan daging Domba dan Kambing, ternyata pengetahuan kita masih minim, baru bisa ngasih satu perbedaan : Domba bulunya keriting, Kambing badannya bau. Lho? Hehe.

Akhirnya kita sampe di Domba Bakar Africa, Casablanca!

Setelah liat-liat menunya, wew, ternyata semuanya dari Domba (ya iyyaaalaaah) :

kita satu suara buat mesen :

1. Sate Domba Bakar Spesial Tanpa Tulang.

Panjang ye nama makanannye? Oyey, jadi si sate Domba ini ternyata Sate yang gak make tusuk sate (lah, aneh juga ya namanya pake SATE. Dimana-mana sate ya ditusuk-tusuk, hihi). Domba bakar ini udah di cacah, yah mungkin gak sampe 10 tusuk kali yah. Tanpa tulang. Dibandingin sama sate kambing, rasanya lebih gurih, lebih lembut, lebih empuk juga dan lemaknya lebih sedikit (mungkin juga lemaknya udah di buang). Pas digigit barengan sama bawang bombaynya, hmm, interesting.

2. Sop Domba Bakar

Kuahnya terlalu asin (mungkin karena Dombanya sendiri udah gurih), dombanya dibakar dulu baru dicampur ke sop. Daging domba yang ini pakai tulang, jadi di meja ada wadah-wadah kecil yang berfungsi untuk naro tulang (kayaknya sih gitu, gue ngarang. Haha. Malah kata Oscar wadah itu buat ngeracik bumbu kecap sama sambelnya, hahaha, error kita).

Pun gak seenak sate kambing biasanya (problemnya mungkin di bumbu dan cara masaknya), Domba-domba ini udah menuhin perut gue yang sebelumnya udah makan yoghurt Miki-Yo di TIS Square, kenyang buanget boook, di mobil aja gue sampe lepas kancing celana —jangan ngeres, yang dilepas kancingnya doaaang, hihihi—

Alhamdulillah untuk rezeki yang dikasih hari ini ya Allah :)

Anti : Mas, sekarang aku udah tau apa bedanya daging domba sama kambing! Domba lebih empuuuuuk, kambing lebih alot!

Oscar : Iya betuul, kayaknya domba lebih tebel dagingnya, kambing otot semua isinya.

Anti : Ha? Masa sih?

Oscar : Iya, domba kaya kamu gitu, tebel. Hahahahaha.

Anti : T____T

Advertisements

Destiny

It was 4 pm, I brewed one cup of coffee for myself and a cup of tea for My Mum then My Sister came along, brewed herself a glass of hot milk. We then sat by the dining table. Laughed on jokes about something that only adult understands (the joke was taboo a couple years ago, but now we can easily laugh it off and feels easy about it) . When My Sister left the table to feed her baby, I got involved in a discussion with My Mum.

Mum : There are two types of destiny. Definite and indefinite destiny. Definite destiny is God’s prerogative right –death, for instance. Meanwhile, Indefinite destiny is something that we choose how it ends-or starts.

Me : The law of attraction–positive thinking bring out positive result and vice versa– is the form of indefinite destiny, then.

Mum : God is the source of all good things. If something bad happened to you, do not think that it’s God’s destiny (if so, you’re blaming your God). It is you who need to make it right by raising your hands and ask for God’s guidance, and do everything in a right way so you can change your current condition.

Me : But how do you know what the right way is? I mean, after you ask and pray for God’s guidance..how do you know how to do it right? Because absolute truth belongs to God, and what we think it’s true is not necessarily true according to God.

Mum : Put some effort to it, be sincere and do not deviate from your obligation to God. If the result is not like what you wanted, you must have done something that’s not right according to God and remember, what you think it is good for you, is not necessarily good according to God.

Me : So, by that, the law of attraction is not justified, Mam?

Mum : ….there’s still further discussion about that. Human’s will and God’s will, how it goes side by side.

Me : *nod* (i feel like I don’t have enough knowledge to continue the discussion).

Then I sipped my hot coffee and switched to a lighter conversation.

Antara Jadi Sehat dan Kurus

JUS TOMPEL (TOMAT APEL WORTEL)

Khasiat :

– Gak tua-tua alias awet muda

– Bisa ngurangin berat badan (kalo diminum sesuari anjuran)

– Kulit bercahaya walaupun gak bikin putih, yang penting kinclooong

Cara bikin :

Campur semua bahan jadi satu, kalo pake juicer Mitzui, tekan-lepas PULSE untuk ngancurin, baru tekan STRONG selama 4 menit (hasilnya lumayan, gak terlalu kasar teksturnya). Sebenernya saya gak mau pake gula atau susu, tapi emak saya keukeuh nambahin, jadi yasudahlah saya nurut aja takut kualat *hayah. Ini jus musti diminum delapan gelas sehari, kalo mau kurus, jangan makan nasi (serius). Rasanyaa? Hmmm, yummmmy.

Eh, kenapa sih tiba-tiba saya bikin jus pelangsing? Ini gara-gara diskusi saya sama Oscar waktu itu.

Saya bilang sama si Masnya, saya keukeuh that beauty is not about pleasing other people, me being thin is just a matter of time, I was thin, then I got fat, then I got thin again, and now I’m SERIOUSLY FAT, who knows I’ll be SERIOUSLY THIN next time? Intinyaaaa, BEAUTY IS ALL ABOUT PERCEPTION.

Cantik itu persepsi. Gendut-gendut gini, selain Oscar masih ada tuh laki-laki yang naksir saya sampe bilang saya cakep……… Eh, gr, emang Oscar naksir saya? Hahaha.

Saya jadi kasiman kalo orang-orang pengen banget kurus biar dibilang cantik. Saya mah pengen banget sehat. Sehat itu berat badan normal, walaupun keliatan gemuk dikit yang penting masih dalam batas normal ya gak apa-apa lah. Nah, karena sekarang berat badan saya AGAK berlebih. Temen-temen lama klo ketemu saya pasti bilang “BUSET NTI LO GENDUT BANGET”, tapi klo temen baru bilang “Gak mungkin lo pernah kurus”. Bah. Rese kali kau. Anyways, Oscar menyarankan untuk lebih disiplin sama apa yang saya makan, karena saya keliatan udah gak nyaman sama diri sendiri dan kesehatan pun menurun. Bukan cuma Oscar, dokterpun bilang gitu, saya musti banyakin olah raga, makan buah dan sayur. So, saya browsing lah tentang jus-jus berkhasiat tinggi, tapi ternyata emak saya punya buku dari juicer tentang resep-resep jus berkhasiat. And here I am, mau coba sedikit detoks tubuh saya, walaupun gak bisa mempraktekan detoks yang sempurna.

Sebisa mungkin saya gak makan nasi dan gak ngemil. Tapi saya tetep minum kopi, makan daging (tanpa nasi), minum susu (penting nih, tulang-tulang gue butuh asupan!).

Jadiiii, all of you yang bilang saya gendut banget bak raksasa atau lagi hamil atau jumbo atau “kurusin badan dong biar cakep”. Heee? Biar cakeeppp? Trus Kenape? Talk to the hand, emang situ cakep? (kalo cakep ya alhamdulillah, kalo jelek mungkin bisa ngurangin komentar gak penting tentang orang lain, mungkin bakal lebih cakep abis ituu..hihihihihi..)

See, kalau udah ‘tanggal’nya, saya pasti jadi offensive begini deh. Maap yah, mohon dimaklumi..it’s in the zodiac.. :))