Ied Mubarak!

Anti dan segenap kru antiu.wordpress.com (ciah elah kaya ada aja! KRUPUK kali ahh..hihihi) dengan goresan langsung dari tangan Anti sendiri didasari oleh keinginan luhur dari dalam hati sendiri bukan hati ampela (lagi laper nulisnya), mengucapkan :

notes : Eh mohon maap yah kalo maksa, biasa deh, eke emang suka sok kreatip gitu..hihi..

Semoga gue diberi ampunan abis ngebantai ketupat dan teman-temannya yah..

Aamiin Aamiin YRA.

Pride and Prejudice

I choose to be Elizabeth Bennet of Pride and Prejudice (a movie based on a novel wrote by the legendary Jane Austen).

Why Elizabeth? Simply because she is intelligent, funny, playful and she has a strong attitude. She was prejudice towards the wealthy, handsome, prideful young man named Fitzwilliam Darcy, who turns out to fell in love with her and said she was one of the handsomest women in his acquaintance. I watched only the 2005 version, some says 1995 version is so much better.

This is the original copy of the novel :

The best part of the movie was when Mr. Darcy finally proposed to her.

He said :

“You have bewitched me body and soul, and I love, I love, I love you. And wish from this day forth never to be parted from you.”

 

It’s officially one of my fav movies of all time :)

You

You are a joyful sip of coffee in my every morning, you are a song in every melodies I hear, you are the secret of a deep forest I would like to keep, you are the silence of a serene morning, you are you, someone whom I love so much and it took me so long to finally found you, you, are someone I’ll come home to everyday.. :)

~me

Sakit Hati is a State of Mind

Dimanakah letak hati/perasaan berada? Apakah benar hati ada di hati tempat empedu? atau ada di solar plexus belakang perut? atau hati ada dilapisan kulit beberapa senti di atas dada (yang mana seringkali kita sentuh kalau sedang mengisyaratkan ‘sakit hati’)

Kalau orang sakit hati / perasaan, dimanakah adanya perasaan itu? Apakah bener-bener ada di hati? di solar plexus? di atas dada?

Kalau menurut saya, segala sumber sakit hati itu berawal dari pikiran kita sendiri. Sakit hati is a state of mind. Dengan sedikit bumbu intuisi, segala sesuatu yang gak ngenakin buat kita diproses oleh pikiran sehingga menghasilkan muatan-muatan negatif yang menjalar keseluruh indera, saluran darah, otot, sampai ke sel terkecil. Nah, kalo ada orang bilang ‘gue sakit hati banget’, wah, berarti tu orang terlalu mikirin banget ya? (berarti salah dong klo jawabannya ‘jangan terlalu dibawa perasaan’, harusnya ‘jangan terlalu dipikirin’ ya?huehue)

Jadi, kalo kata orang cinta gak pake logika / pemikiran, ah, maca ciiih? hehehe. Pasti pake lah, cuma cara kita mengolah apa yang ada di intuisi dan logika itulah yang perlu dicermati. Kalau mau jatuh cinta, jatuh cinta-lah secara pintar dengan menyatukan kognitif dan afektif / intuisi/perasaan dan pemikiran.

Gak ada deh istilah cinta itu buta. Ngek ngok. Yang ada “Love only sees what matters“. Kalo yang lainnya gak matter, bukan berarti gak dipikirin, kan? Pikirin, rasain dan tanya diri sendiri, bisa kompromi gak? Kalo jawabannya bisa, ya komit! Kalo kedepannya gak berjalan dengan baik? work it out dong, kan udah komit.. Kalo gak bisa juga.. yaudahlah yaa.. gak usah terlalu dipikirin.. hekhekhek.. #APASIH!?

Wow.. sungguh tulisan seorang wanita yang sedang dilanda menstruasi..hahah..

His Precious

Helooh, udah beberapa minggu nih gue dicuekin sama Oscar. Literally loh ya, bbm kalo sempet, telepon kalo sempet, diperhatiin kalo sempet. Emang Oscar lagi ngapain sih? Kerja.

Yaudahlahya, awalnya agak sebel (manjanya keluar, attention whore!), tapi klo bukan gue yang support, ya siapa lagi? Instead, Oscar minta gue main ke rumah dia even dia lagi ga dirumah, do something with his mum (masak-masak, you know, wife’s stuff). I would really loved to, tapi..ntar dulu yak, ini aja baru diajak main tiga kali kesana (yes, setelah kurang lebih dua taun jalan sama Oscar, baru diajak main pas gue udah mau dikawinin, hekhek, selain guenya yang refuse untuk ketemu–alesannya bisa panjang kalo dijabarin–, dia juga gak buru-buru), kayaknya gak enak ya kalo gue sekonyong-konyong dateng trus bilang ‘tante, masak2 yuk’. It’s just not me. Ga tau deh, bawaan dari mana ya? gue kaku banget, kecuali sama temen ya. Kalo sama orang baru pasti kaku, gak banyak omong. Either gue takut ngomong sesuatu yang gak ngenakin, atau gue gak seneng sama orangnya. Tapi udah jelas klo ke keluarga Oscar, it’s pure GROGI GELALALALALA! Hahaha.

Unlike Oscar, dia lebih selow dan sejak jalan sama gue, dia langsung oke aja tuh diajak liburan tiga hari sama keluarga besar gue. Mbah nanyain Oscar kalo ketemu gue. Nyengir aja dah yee..

Gue ke adeknya Oscar juga biasa-biasa aja, gak mau make a move terlalu over (adeknya cewe, btw), selama hampir dua tahun kenal, bbman juga sebatas perlu, lebih banyak ngebahas tentang kerjaan sih, gak pernah sekalipun gue curhat tentang Oscar atau apapun. You know, gue lebih seneng santai ajalah, kedekatan hubungan bakal develop sendiri kok nantinya dan lagi Oscar sendiri juga gak terlalu pushy kalo tentang adeknya, karena dua pacar Oscar sebelum gue itu deket banget sama dia, dan ternyata berakhir buruk. Oscar sangat sayang dan concern banget sama adeknya. Jadi, ya alhamdulillah dalam situasi ini gue jadi gak merasa diharuskan deket secara instan sama adeknya. Lagipun gue punya waktu SANGAT LAMA (Insya Allah kalo ada umur) untuk sahabatan sama Mba Tya. I like her, so much. She’s cool and nice. Kayaknya punya temperamen yang sama kaya abangnya deh, alias tipe-tipe yang cepet emosiong apalagi kalo nyetir, heheheh. :)

Moral of the story : proses! (apeee coba proses?!huehue).

Ya gitu, sesuatu yang dipaksakan gak akan berujung baik (kebanyakan sih gitu), jadi yaaa, berproses ajaaa, let it flow, SABAR (seperti sekarang gue sabar  nungguin Oscar selesai kerja, even sampe subuh juga gue tungguin—mudah-mudahan gak ketiduran!hihi *gak konsisten mode : ON! hahaha) :)

Adios Amigos, what a long posting! Have a great Saturday nite to you and you :)