Where to work?


Gue ini orangnya paling malas pindah-pindah kantor, agak cuek sama gaji dan tipikal pekerja fresh graduates (berharap gajinya tinggi, tapi kalopun gak tinggi juga gak apa-apa yang penting pengalamannya banyak). So ok, singkat kata, gue cabut dari Indosat di bulan Februari karena satu dan lain hal (yang pasti bukan karena lingkungan, because I love working at Indosat). Dari bulan Februari sampe awal September gue fokus ngerjain skripsi, tapi sambil coba ikutan rekrutmen Bank Indonesia (yang mana gue menggagalkan diri di tahap ke delapan alias final interview).

Setelah bulan September lewat, gue secara official nambahin jumlah pengangguran di Jakarta. Gak mau kelamaan nganggur, so gue lempar cv kesana kemari. Gue coba interview di beberapa perusahaan; Garuda, Huawei dan….Bank Indonesia–lagi! :))

Garuda gue gagal di tahap pertama a.k.a Psikotes. Kenapa begitu? Hmm, hard to explain ya, bawaannya pengen marah2 waktu hari tes itu. Jadi tercermin di psikotes gue. So dampaknya gue gak bisa ikutan tes lagi di Garuda. I am officially in Garuda’s black list, haha.

Bank Indonesia juga udah sampe tahap terakhir, which is Medical Check Up.

Untuk sementara, gue berlabuh di Huawei dulu. Bos gue orang Chinese. Bahasa Inggrisnya termasuk yang paling mudah dimengerti dibandingkan dengan salah satu temennya yang manggil gue “Aci,”. Helohhhh, sejak kapan gue ganti namaaa???haha. Sebutan bos gue dikantor adalah “Papa Po”, karena dia mirip Po di Kung Fu Panda haha. Lucu tapi, sipit, putih dan geda badannya.

Di kantor gue itu penuh dengan orang Chinese, ya iyalah ya, perusahaan cina gitu loh. Haha. Mereka orangnya ulet. VERY! Mereka gak ada kata ga enak kalo lagi ngejar-ngejar kerjaan. Haha. Gue suka budaya kerja mereka, tapi apa mau dikata, calon cuamiku udah mulai protes karena gue selalu lembur. Gue sedang bimbang antara cari lagi atau stay. I like the job, tapi working hournya gak bersahabat. Gak cuma orang Jepang aja yang anti pulang paling cepat, those Chinese are like that too. Bos gue protes waktu ngeliat gue lagi beres2 laptop dan perlengkapan perang gue jam 7.30 pm. Dia bilang “Ha? Where are you going? We’re not done yet,”. Dan pernah sekali, gue udah di bus shuttle terpaksa harus turun dan balik lagi kekantor karena dapet telpon’mesra’ dari bos. Hmm, istri yang baik kan yang dengerin apa kata suaminya ya? Huhu. Nanti setelah nikah gue akan consider untuk cari pekerjaan yang gak terlalu hectic alias gak tiap hari LEMBUR. :'(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s