A Love Worth Fighting For


Kemarin malam dapat bbm dari seorang teman baik. Tiba-tiba dia nanyain zodiak suami saya. Saya pikir dia baru buka jasa ramal, eh ternyata it’s an opening line–dia mau curhat. Hehehe.

Dia mengungkapkan betapa salutnya akan perjuangan saya terhadap suami saya. Dulu sebelum saya menikah, a lot of things goin on in my life. Kalo bisa diibaratkan, saya sudah melalui masa-masa kelam dan seketika nyebrang ke-kehidupan yang saya inginkan, kehidupan yang lebih baik. Pengalaman yang gak bisa dibilang sedikit sangat membantu saya memerjuangkan apa yang saya yakin baik buat saya.

Muda, naif, mencinta tanpa logika dan bermain dengan api. It was so me. Titik baliknya adalah ketika saya bertemu dengan suami saya sekarang. Untuk seorang laki-laki ini-manusia yang baru saya temui satu hari kemarin di sebuah kedai kopi-, saya bisa membuat hati dan logika berjalan beriringan. Dimana saya harus ikhlas jika suatu saat harus kehilangan dia. Satu dari sekian millyar orang di dunia. For that particular person, saya sanggup mencintai dengan ikhlas dan berdamai dengan diri sendiri.

Jadi seseorang yang menyenangkan, pengertian, menyayangi diri sendiri dan sanggup berkompromi. That was my secret recipe, I said to her.

Love is something worth fighting for. :)

 

Arti Dianti, orang Jakarta berdarah Yogya, menikahi orang Solo. Tidak bisa bahasa Jawa.

One thought on “A Love Worth Fighting For

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s