Hamil 39 Minggu

Kamis, 21 Maret 2013.

Pagi itu waktunya gue kontrol ke Dr Sarah dengan harapan posisi bayi sudah ada di jalan lahir dan gue bisa melahirkan dengan normal. Ditemenin mama, akhirnya giliran gue masuk untuk diperiksa.

Dr Sarah, seperti biasa dengan tampak galaknya (emang agak galak dan tegas sih, hihihi), nyapa gue dengan “Ibu, belum lahiran juga?” -___-” yayayaaa..

Kandungan gue udah di 39 minggu 4 hari, seharusnya baby udah settled di jalan lahir. Tapi setelah diperiksa, cuma sedikit kepalanya yang masuk ke jalan lahir, sementara gue udah usaha dengan banyak jalan dan nungging.

Di akhir sesi periksa, Dr Sarah mendiagnosa gue dengan CPD (Chepalopelvia Disproportion), alias besar babynya gak cukup di panggul gue, atau tali pusatnya pendek. Solusinya? Cesar.

Ok, gue emang udah mengira dan menduga ujung-ujungnya cesar juga. Walaupun gue berharap banget bisa normal, tapi pada akhirnya cuma bisa nurut aja sama apa kata dokter. Buat apa gue maksain musti normal tapi (amit-amit) resiko gue bisa mencelakakan anak gue dan gue sendiri nantinya.

So it’s settled, gue operasi cesar tanggal 25 Maret 2013 jam 15.00. Walaupun begitu, Dr Sarah masih kasih gue kesempatan untuk bisa lahir normal sebelum tanggal rencana operasi cesar dengan coba segala cara (jalan, nungging, you name it—and yes, termasuk minum minyak kelapa suruhan mertua).

I’m telling you, people. Ibu hamil gak butuh tambaan tekanan mengenai metode melahirkan, so keep the pressure off karena cuma bisa bikin stress ibu hamil. Ada yang keep on telling me kalo normal itu lebih bagus, etc. etc. iya memang benar, tapi gue gak bisa normal, trus gimana donk? (mojok sambil nangis).

Anyway, gue sempet minta cesar tanggal 24 Maret dengan maksud nyamain sama ulang tahun bapaknya, tapi Dr Sarah gak mau karena yang ada hanya dokter jaga while dokter yang biasa dampingin dia gak bisa..hehe..

So, 25 Maret 2013 it is.

Advertisements