Nara dan Emosi


Sakit itu hikmahnya banyak.. Ralat, sakit mencret2 dan terpaksa izin ga masuk kantor, hikmahnya banyak.

Tadi sore Nara (currently umurnya 19 bulan) marah2 ke eyangnya sampe iPad dibanting keras ke lantai, akhirnya gue berubah jadi tiger mom, tegur dengan high tone ke Nara disertai dengan tatapan galak dan gestur “no-no” (tried so hard to not laugh, of course), gue dudukin Nara, sejajarin mata dia dengan mata gue, tapi saat gue suruh dia to look me in the eye, dia ga mau dan selalu mengalihkan pandangan. Gue bawa ke kamar, dimana cm ada gue dan dia, talk it through, maksa anaknya duduk dan dengerin baik2. Akhirnya Nara behave nice after that, no drama and (of course) jurus pamungkasnya : ketawa Masha dan me”Mamaaaahh”i gue dengan manja dan berakhir dengan kami berdua berpelukan.

I mean, kalo gue di kantor, mana bisa gue seintens itu komunikasi sama anak gue. Mungkin kalo ga ada gue, eyangnya akan becandain Nara lebih2 lagi karena reaksi Nara yang marah2 itu actually menggemaskan atau mungkin dia akan mengalihkan perhatian Nara.

Gap yang terjadi adalah, emosi Nara saat itu adalah nyata, it was real, she was mad for God-knows-what reason (she can’t telly me why–yet). Well, gue bukan anti-mengalihkan-perhatian-anak garis keras kok, tapi ada saatnya anak gak harus dialihkan perhatiannya, ada saatnya anak harus tau kalau apa yang dia lakukan itu salah and I guess cuma gue dan Oscar as her parents yang bisa melakukan itu.

Every parents have their own method, respect others! :)

Kissous,
Mama Nara yang tiap hari galau antara mau resign atau gak. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s